Jumat, 28 Juni 2013

AKU ADALAH AKU
Di kandang kambing mengembik, di kandang kerbau melenguh....
mengembiklah kalian seperti kambing
sesukamu... untuk kemuliaanmu
melenguhlah kayak kerbau
sesukamu.... untuk keselamatanmu

Aku tetaplah aku,
bukan kambing, juga bukan KERBAU
apalagi kerbau yang dicocok hidungnya
Tak mungkin kayak kambing, tak mungkin kayak kerbau

Allah mengkaruniakan kepadaku kepribadian
Allah menyediakan kepadaku kemuliaan
Allah menjanjikan kepadaku kemenangan

Bencilah aku...bencilah sesukamu
usir....usirlah aku sejauh matamu tak dapat melihat aku
kucilkan...kucilkan..... kucilkan semaumu
Buang diriku ke sungai seperti bangkai jika di matamu aku ini bangkai
Lecehkan ....lecehkan aku sepuasmu

dan aku...tetaplah aku
Hingga Allah mengasihiku, mengalir di dalam nadiku
Allah memuliakanku, memenangkanku dan meramaikan hidupku

Kamis, 27 Juni 2013



TERBENTANG JALAN
Edi Sutanto

Mentari menapak naik menyirat lembayung di langit
Lempang jalan lurusmu terbentang lautan lepas                    
Ombak menggulung menggelora tempat mainmu
Kerang mutiara dibalik karang berbisa
Tak rusak lautan oleh gemuruh ombak
Biota lautpun menyambut  badai

Bermainlah di sana, namun waspada
Seteguk airnya malapetaka
Jangan terminum,
Menyelam dalam-dalam tapi jangan tenggelam
seteguk airnya malapetaka

Lempang jalan lurusmu terbentang lautan luas
Ada kerang mutiara disana
Raih sebelum matahari hilang bayangan
Atau bahkan menggelincir berubah arah
Ombak menggulung kadang membadai
Taman wisata tempat canda ria
Seteguk airnya malapetaka

Selasa, 25 Juni 2013

SEBERKAS CERITA USANG

Juni 2010, betul...bulan Juni 2010
Kasihan anakku.... satu tahun umurmu kala itu
Tergolek, terkulai lemah dengan nafas satu-satu
Begitu dalam matamu terpejam, begitu berat nafasmu tersengal
Pnumonia akut, itu kata dokter, 15 hari kau di sana.
Selang infus ganti berganti di kaki kiri,
kaki kanan, tangan kiri, tangan kanan, tak terhitung berapa kali
Selang oksigen terkalung, menjerat hidung
Nafasmu tetap tersengal satu-satu, begitu berat
Hari demi hari, ada saja kawan di samping kamarmu pulang tak bernyawa lagi.

Maafkan anakku, kala itu aku tak dapat menungguimu,
Menurut perasaan bapakmu, ada tugas berat menjadi tugas bapakmu.
Ada puluhan anak murid bapakmu yang tak mungkin dikecewakan di sekolahan.

Yang terpikir di benak bapakmu kala itu, bapakmu tak dapat pegang nyawamu, tak mungkin dapat menahan kalau sang Khalik memanggilmu, walaupun kamu di dekapanku.
Dan kamu aku tinggalkan terbaring lemah dengan nafas satu-satu bersama ibumu.
Karena berpuluh-puluh murid menunggu di sekolah bapakmu.
Berpuluh-puluh orang tua murid, menggantungkan harap bimbingan untuk anaknya.

Terbayang ketika siang bapakmu datang, kau sodorkan tangan
Tangismu tertahan, bendungan air mata meluap dan tumpah ruah.
di dekapan bapakmu,
Kaupun pulas didekapan bapakmu dengan nafas satu-satu
Selang infus masih di kakimu, dan selang oksigen menjerat hidungmu.
Tak SEDETIKPUN AKU meninggalkan tugas kala itu karena aku takut MENGHIANATI tanggungjawabku membimbing MURID2KU.



15 Hari... ya.....15 hari....
Kau kukecewakan anakku, tapi harapku mudah2an kau bangga dengan bapakmu.

Senin, 24 Juni 2013

Kenangan di Hotel Bakti Yogyakarta tahun 1982

AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Sabtu, 22 Juni 2013

  1. SOPANNYA ORANG KALIMANTAN
    (Pengalaman Pribadi)
     

    Kala itu 2002 ketika saya mau usul pindah, Surat permohonan pindah dengan alasan yang realistis dengan pertimbangan rasio formasi cukup, DISETUJUILAH permohonan itu oleh Kepala Sekolah (kala itu kepala sekolah cukup punya otoritas di sekolah, tak ada pejabat yang berani memindahkan pegawai tanpa persetujuan kepala sekolah).
    Melengganglah ke Kanincam, untuk mendapatkan rekomendasi, atas pertimbangan rasio pegawai tingkat kecamatan juga cukup, maka terbitlah Rekom itu.
    Berbekal rekom Kakanincam, perjalanan berlanjut ke kaninkab (disini DISDIKPORA) untuk mendapatkan Rekomendasi juga sebelum ada persetujuan Bupati Kepala Daerah.
    Terjadilah dialog, apa kata Beliau (Kakanin). "Bagaimana pak kalau pindahnya nggak ke Jawa, tapi ke Kota, disini masih banyak kekurangan Guru Fisika, kebetulan juga ini ada program rotasi, jadi kepindahan bapak nanti dibiayai pemerintah, kisarannya Rp. 3.000.000,-"
    (saya jadi ingat untuk usulan pindah saya saya harus melampirkan pernyataan bahwa SEGALA BIAYA YANG TIMBUL AKIBAT MUTASI PINDAH INI SAYA TANGGUNG SENDIRI dan TIDAK AKAN MENUNTUK BIAYA MUTASI DARI PEMERINTAH, OO...ternyata pemerintah itu nggak CULAS, ketika keinginan pindah itu kehendak pemerintah maka pemerintah yang membiayai)
    Karena saya, kekeh harus ke jawa maka saya diberi waktu berfikir. Permohonan saya tertahan di kanin.
    Dalam bulan yang sama, ada Kepala sekolah dari kota yang datang ke sekolah di mana saya mengajar, mengkonfirmasi apa benar ada guru fisika yang mengajukan pindah dan sudah disetujui, tentu saja kepala sekolah saya mengiyakan. Singkat kata ternyata kepala sekolah itu menawarkan untuk supaya saya mau pindah ke sekolah di kota, Kepala sekolah itu pun meminta kesanggupan saya, saat itu sayapun mengatakan TIDAK dan saya TIDAK DIPINDAH. Kepala sekolah di sana tidak memberikan persetujuan pindah jika guru yang bersangkutan memang tidak bersedia pindah.
    2004 berkas pindah saya, mulai saya jalankan lagi dengan perbaruan sana-sini, kelar disetujui Bupati di Bulan Juli, meluncurlah saya ke jakarta, 3 hari persetujuan dari DEPAG (kemenag), Bawa ke BKN 15 menit di BKN SK Mutasi pindah saya jadi dengan tempat tugas baru di MTs Negeri Sumbergiri, Kab. Gunungkidul tertanggal 1 Agustus 2004.

Jumat, 28 Desember 2012



PENGELOLAAN SAMPAH
(Edi Sutanto)

Kebersihan sebagian dari Iman. Tidak ada orang yang tidak senang dengan keadaan bersih, tetapi tidak setiap orang sudi memperhatikan hal- hal yang menunjang keadaan bersih. Sampah identik dengan kotor dan jorok sehingga sebagian besar orang tidak suka dengan sampah.
Benarkah sampah sama dengan jorok dan kotor, bagaimana dengan ilustrasi berikut.
Jordi sedang makan di rumah, dari piring nasinya terdapat sisa makanan yang memang tidak dapat di makan seperti duri ikan dan sedikit nasi sisa dan sisa kuah sayur, Jordi memasukkan sisa- sisa makanan tersebut pada kantong plastik kecil, demikian pula dengan sisa kuahnya diserap dan di lap dengan tissue juga disimpan pada kantong plastik yang sama.
Apa yang tergambarkan setelah Jordi selesai makan, di atas piring Jordi yang kering terdapat kantong plastik yang juga kering. Seandainya untuk mencuci piring ditugaskan kepada pembantu maka tidaklah terlalu berat lagi tugas pembantu karena tinggal membuang kantung plastik ke tempat sampah dan mencuci piring yang sudah tidak ada lagi sisa makanannya.
Tidak ada kesan jorok dan kotor pada kasus tersebut, Jorok dan kotor adalah kesan dari sampah yang tidak ditangani dengan baik.
Untuk mewujudkan keadaan sekolah yang besih perlu disusun prosedur pengelolaan sampah, yang harus menjadi kesadaran semua warga sekolah.
Berikut adalah contoh prosedur pengelolaan sampah di sekolah
1.    Setiap ruang Kelas disediakan tempat sampah yang memungkinkan setiap siswa  membuang sampah dengan memilah sampah organik dan anorganik. Pada setiap tempat sampah terpasang kantong plastik yang dengan  mudah dapat diangkat untuk dibuang di tempat sampah induk atau sub induk.
2.    Setiap pulang sekolah petugas piket kelas harus membawa sampah dari kelas ke tempat sampah sub induk dalam keadaan terikat dan mengganti  kantong plastik pada tempat sampah dengan kantong plastik baru.
3.    Dalam keadaan tempat sampah telah penuh sebelum siang hari petugas piket harus segera mengganti kantong plastik baru dan membuang kantong yang telah penuh sampah ke tempat sampah sub induk dalam keadaan terikat.
4.    Sampah yang berasal dari tanaman perindang disapu tiap pagi atau dipetik dari pohon jika memungkinkan dan di simpan pada tempat sampah sub induk.
5.    Tempat sampah sub induk ditempatkan di tempat tempat strategis dan mudah di jangkau dari tiap-tiap ruang termasuk ruang kelas. Tempat sampah ini harus selalu dilapis dengan plastik sampah yang dapat dengan mudah diangkat dari tempat sampah.
6.    Tempat sampah sub induk terdiri atas tempat sampah organik dan tempat sampah anorganik.
7.    Tempat sampah sub induk dikontrol setiap saat oleh petugas kebersihan sekolah dan isinya segera dipindahkan ke tempat sampah induk. Setiap kali mengangkat sampah selalu dibarengi dengan pemasangan kantong plastik baru.
8.    Sampah organik dapat dipergunakan untuk praktek pembuatan pupuk organik dengan proses kompos, sampah anorganik dikirim ke TPA melalui petugas sampah dari DPU.
9.    Yang juga penting adalah membudayakan jangan sampai ada sampah yang dibuang tidak di tempatnya. Jika ada sampah yang tercecer bukan pada tempatnya maka orang yang terdekat dengan sampah tersebut berkuwajiban menempatkan sampah pada tempatnya.
Tidak ada sampah yang jorok jika ditangani dengan tepat. Untuk penanganan sampah yang tepat Perlu pengupayaan yang sungguh- sungguh.  Untuk menciptakan kondisi sekolah yang bersih dan sehat perlu disediakan sarana prasarana pengelolaan sampah yang baik dan representatif.

Selasa, 07 Juni 2011

Kelengkapan Fasilitas Bukan Jaminan Prestasi

Kebanyakan orang beranggapan bahwa fasilitas adalah faktor utama keberhasilan dalam usaha. Yang memiliki banyak fasilitas maka kemingkinan sukses lebih besar. Bisa jadi anggapan itu benar tatapi bisa jadi juga salah. Banyak orang yang memiliki banyak fasilitas tetapi pailit dalam usahanya, orang yang memulai usaha dengan modal kecil, fasilitas terbatas tetapi meraih kesuksesan luar biasa.
Dalam bidang pendidikan juga demikian. Banyak sekolah bahkan setiap sekolah selalu menuntut ketercukupan fasilitas dengan alasan bagaimana mungkin prestasi gemilang dapat diraih dengan keterbatasan fasilitan sedemikian rupa.
Hasil penelitian LIPI di era sembilan puluhan membuat 'geger' dunia pendidikan karena dari hasil penelitiannya disimpulkan bahwa tidak ada korelasi antara kesejahteraan guru dengan kinerja guru. Kalau kesejahteraan guru dimasukkan dalam katagori fasilitas yang serba tercukupi ternyata tidak berpengaruh terhadap kinerja. Kalau diperjelas tidak setiap guru yang kesejahteraannya baik lantas kinerjanya baik dan tidak pula yang kesejahteraannya kurang menjadikan kinerjanya buruk. Dalam hal ini kinerja dilihat sebagai prestasi kerja yang baik.
Anggapan bahwa fasilitas adalah faktor utama dalam meraih tujuan adalah benar dalam kondisi ideal, artinya fasilitas yang ada dimanfaatkan secara tepat guna, efektif dan efisien. Jika pemanfaatan dari fasilitas tidak sesuai dengan peruntukan maka sudah barang pasti fasilitas itu tidak bermanfaat.
Fasilitas yang hanya seadanya, jauh dari kondisi standar dimanfaatkan secara optimal dan tepat guna maka hasilnya akan lebih baik.
Fasilitas yang tidak tersedia, bagi orang yang mau berprestasi, maka dengan kesungguhannya itulah fasilitas dan dari fasilitas yang hanya berupa kesungguhan itu maka afasilitas-fasilitas yang lain akan diciptakan.
Tak sebanding mungkin fasilitas yang dimiliki MTsN Sumbergiri dibanding sekolah-sekolah faforit di Gunungkidul, tetapi untuk prestasi terbukti mampu bersaing, Nilai UN tertinggi untuk tahun 2010/2011 terbukti tidak mengecewakan B. Indonesia 8,80, B. Inggris 8,20, Matematika 9,25 dan IPA 9,75 nyaris sempurna. Mudah-mudahan kedepan labih baik lagi.

LULUS

Manusia adalah makhluk yang karena kesanggupannya kepada sang pencipta diberikan fasilitas memilih. Bukan tanpa konsekuensi tentunya. Pilihan-pilihan dalam kehidupan selalu disandingkan adalah baik dan buruk, buruk adalah seluruh dari yang tidak baik. Karena pilihannya dua maka konsekuensinya juga dua yaitu Kehidupan bahagia bersama-sama tiada taranya dunia akhirat dan kehidupan laksana si jago merah menghanguskan segala juga dunia akhirat.
Atas konsekuensi itu manusia diberi kebebasan se-bebas-bebasnya untuk memilih dan memilah model hidup mana yang mau diterap dalam hidupnya.
Realita di dalam kehidupan, tidak sedikit manusia yang bingung menentukan pilihan, satu sisi kelihatannya seperti mau baik tetapi di sisi lain laku perbuatannya justru sebaliknya.
Sebagai contoh sorang yang menyatakan diri mukmin, muslim, ketika dihadapkan masalah hidup dengan menderita sakit yang sulit disembuhkan secara medis maka jalan keluar yang ditempuh adalah dengan mencari cara penyembuhan lain yang tidak jarang terjerumus terhadap cara irasional dan tidak 'ilmiah. Dalih yang dipakai adalah manusia harus berusaha, jalan apapun yang dipakai di anggab sebagai usaha.
Tidak berbeda dengan hal-hal yang terkait dengan lauku perbuatan umumnya manusia, dalam dunia pendidikan, bahkan dalam lembaga pendidikan dengan ciri khas agama Islam, yang formal lakunya dimulai dengan bismillah dan di akhiri dengan alhamdulillah. Isi dari  laku perbuatannya juga sering, (kalau tidak bisa disebut selalu) bertentangan dengan bismillah dan alhamdulillah.
Contoh riil ketika dihadapkan pada ujian akhir (untuk menentukan kelulusan). Seharusnya ujian akhir ditanggapi dengan wajar sebagai suatu konsekuensi atas sebuah proses pembelajaran, sebagai wahana untuk mengukur tingkat keilmuan yang diperoleh setelah melalui proses pembelajaran. Lulus adalah penanda bahwa standar keilmuan telah tercapai dan tidak lulus sebagai penanda bahwa standar keilmuannya belum tercapai. Kadang terjadi pemelintiran bahwa ujian adalah setan yang harus diusir dengan mujahadah, Lulus adalah anak ingusan yang dapat ditipu dengan dikasih gula-gula. Doa bersama dengan ritual tertentu bukan supaya dapat mencapai standar keilmuan tertentu tetapi untuk "LULUS" sebagai penanda selesainya mereka meritualkan proses pendidikan dalam waktu tertentu. Untuk kepentingan tertentu orang tua sering berbohong kepada anak, untuk kepentingan tertentu pula (rasa malu, rasa bangga, jabatan, takut tidak dapat murid, takut di kecam dsb) institusi penyelenggara pendidikan melakukan banyak kebohongan.
Mudah-mudahan dapat diperbaiki. 

Selasa, 15 Maret 2011

Gaji PNS

Surat Edaran No 09/PB/2011

Harapan PNS untuk menerima kenaikan gaji sudah di depan mata. Surat Edaran Dirjen Perbendaharaan No 09/PB/2011 telah terbit. Artinya gaji dengan daftar gaji baru sudah siap dicairkan. Bagi yang menghendaki mendapatkan SE tersebut dilakan klik di sini. Mudah-mudahan dengan naiknya gaji tersebut kinerja seluruh PNS dapat meningkat, atau setidaknya beban hidup akibat kenaikan bahan kebutuhan pokok dan kenaikan biaya pendidikan dapat sedikit terganjal.

Kamis, 10 Maret 2011

Visitasi ke 2

Peningkatan mutu, merupakan dambaan setiap manusia dalam segala bidang. Tak ada seorangpun di muka bumi ini yang tidak senang dengan peningkatan mutu.
Dalam bidang pendidikan peningkatan mutu juga menjadi primadona. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, banyak hal yang dapat dilakukan. Karena demikian kompleksnya permasalahan pendidikan maka peningkatan mutu pendidikan tidak dapat hanya diperbaiki dengan memperbaiki beberapa bagian dari sekian banyak hal yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan.

Secara garis besar ada tiga pilar utama pendidikan yaitu 1. Sumberdaya manusia yang dalam hal ini terdiri dari Peserta didik, Tenaga Pendidik, dan Tenaga Kependidikan. 2. Sarana dan Prasarana Pendidikan. 3. Kurikulum. Lingkungan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari 3 hal tersebut. Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat terlepas dari 3 pilar tersebut. Artinya untuk meningkatkan mutu pendidikan maka 3 pilar tersebut harus berdiri kokoh sebagai tumpuan, sehingga harus merupakan obyek yang harus senantiasa diperbaiki.

MTs Negeri Sumbergiri yang merupakan institusi pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan berupaya melakukan perbaikan mutu pendidikan melalui perbaikan di 3 pilar tersebut.
1. Peningkatan mutu Sarana dan Prasarana.
Di Tahun 2010 MTs Negeri Sumbergiri telah melengkapi laboratorium TIK dengan jaringan internet, yang    dapat diakses oleh  seluruh siswa dan warga MTs Negeri Sumbergiri. Sementara itu di tahun 2011 juga telah menganggarkan anggaran belanjanya untuk memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana yang diperlukan.
2. Peningkatan Mutu Kurikulum.
KTSP MTs Negeri Sumbergiri secara periodik di update melalui workshop. Demikian pula dalam rangka mengimplementasikan KTSP tersebut maka guru difasilitasi dengan fasilitan yang relatip memadai.
3. Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Dalam tahun anggaran 2011 direncanakan untuk dilaksanakan Workshop Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan. Ditargetkan dalam kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta, dan pelaksanaannya direncanakan di bulan Juni atau Juli 2011.
Sementara itu untuk tenaga pendidik (Guru). Di bulan Desember 2010 telah dilakukan visitasi yang pada saat itu dihadiri oleh Kasi Mapenda Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul dan Pengawas Pendidikan Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Selanjutnya bulan April 2011 yang akan datang juga akan dilakukan visitasi kembali oleh Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunungkidul.
Satu hal yang sangat menguntungkan bagi MTs Negeri Sumbergiri dimana untuk MTs yang lain belum sekalipun mendapatkan visitasi sedang di MTs Negeri Sumbergiri dalam waktu 3 bulan terakhir telah akan dilakukan 2 kali visitasi.
Terkait dengan hal tersebut maka warga MTs Negeri Sumbergiri harus berterimakasih atas penjadwalan visitasi Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul yang menguntungkan MTs Negeri Sumbergiri. Mudah-mudahan visitasi tersebut mendukung peningkatan mutu pendidikan di MTs Negeri Sumbergiri.

Rabu, 02 Maret 2011

Cahaya

Cahaya merupakan bentuk energi yang memungkinkan mata sehat melihat benda. Jika cahaya menumbuk benda kemudian benda itu memantulkan cahaya itu ke mata maka mata berkesan melihat benda.
Cahaya merambat lurus, itulah sebabnya ketika cahaya terhalang oleh benda maka terbentuk bayang-bayang di seberang benda. Untuk membantu anda belajar lebih lanjut mengenai cahaya silakan klik di sini.
Mengenai alat optik silakan klik di sini.

Selasa, 01 Maret 2011

Daftar Gaji PNS Tahun 2011

Gaji PNS 2011

Yang ditunggu banyak PNS telah terbit, PP No.11 tahun 2011 tentang Gaji PNS tahun 2011. Kenaikan gaji sesuai PP ini berlaku terhitung mulai bulan Januari 2011. Bagi yang berminat untuk mengunduh Daftar Gaji berdasarkan PP No 11 2011 silakan klik di sini 
Selanjutnya tinggal tunggu SE, update aplikasi GPP, maka gaji baru siap dinikmati. Mudah- mudahan PNS bersyukur dengan kenaikan gaji ini dengan bukti syukur kinerjanya menjadi lebih baik.
Bagi yang menghendaki mengunduh PP No.11 tahun 2011 .

Jumat, 19 November 2010

Kisi-Kisi UN 2011

A.  KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMP/MTs

1. BAHASA INDONESIA SMP/MTs

NO.
STANDAR  KOMPETENSI LULUSAN
INDIKATOR
1.
Membaca
Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan drama.
Menentukan gagasan utama.
Menentukan kalimat utama.
Menentukan kritik terhadap isi bacaan.
Menentukan persamaan isi berita.
Menentukan perbedaan penyajian berita.
Menentukan kalimat fakta dalam paragraf.
Menentukan dua kalimat pendapat pada paragraf .
Menentukan simpulan isi paragraf.
Menentukan gagasan utama tajuk.
Menentukan kalimat fakta dalam tajuk.
Menentukan keberpihakan penulis tajuk.
Menentukan pernyataan yang sesuai dengan isi bagan.
Menentukan simpulan isi grafik/tabel/bagan/denah/peta.
Menentukan pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam tabel.
Menentukan perjalanan yang paling efektif berdasarkan peta/denah.
Menentukan tema puisi.
Menentukan suasana yang tergambar pada puisi.
Menentukan citraan dalam puisi.
Menentukan misi/tujuan puisi.
Menentukan bukti perwatakan tokoh dalam penggalan cerpen.
Menentukan bukti latar (waktu, tempat, suasana) dalam penggalan cerpen.
Menentukan sudut pandang pengarang dalam penggalan cerpen.
Menentukan perbedaan tema atau sudut pandang dalam penggalan novel.
Menentukan latar (waktu, tempat) dalam kutipan drama.
Menentukan amanat dalam kutipan drama.
2.
Menulis
Menulis karangan nonsastra dengan menggunakan kosakata yang bervariasi dan efektif dalam bentuk buku harian, surat resmi, surat pribadi, pesan singkat, laporan, petunjuk, rangkuman, slogan dan poster, iklan baris, teks pidato, karya ilmiah, dan menyunting serta menulis karya sastra puisi dan drama.
Menentukan kalimat dalam buku harian sesuai dengan ilustrasi.
Melengkapi pesan.
Menentukan isi pesan singkat sesuai dengan ilustrasi.
Menyusun deretan kalimat menjadi paragraf yang padu.
Melengkapi bagian surat pribadi yang rumpang.
Melengkapi bagian surat resmi yang rumpang.
Memperbaiki bagian surat resmi yang tidak tepat.
Menentukan rangkuman bacaan.
Menentukan slogan yang sesuai dengan ilustrasi.
Melengkapi kalimat rumpang dalam petunjuk melakukan sesuatu.
Menyusun deretan kalimat petunjuk melakukan sesuatu yang disusun secara acak.
Menentukan bagian-bagian dalam teks pidato.
Melengkapi teks pidato yang rumpang.
Menentukan rumusan masalah karya ilmiah berdasarkan tema.
Menentukan latar belakang suatu karya ilmiah berdasarkan identifikasi masalah.
Menentukan penulisan daftar pustaka.
Memperbaiki kalimat tidak efektif dalam paragraf.
Memperbaiki pilihan kata yang salah dalam paragraf.
Memperbaiki penulisan huruf.
Melengkapi pantun yang rumpang.
Melengkapi puisi dengan larik bermajas.
Menentukan puisi yang sesuai dengan ilustrasi.
Melengkapi kutipan dialog drama yang rumpang.

2. BAHASA INGGRIS SMP/MTs

NO.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
INDIKATOR
1.
Membaca
Memahami makna dalam wacana tertulis pendek baik teks fungsional maupun esai sederhana berbentuk deskriptif (descriptive, procedure, maupun report) dan naratif (narrative dan recount) dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Menentukan gambaran umum/informasi tertentu/informasi tersirat/makna kata/frasa dalam teks berbentuk caution/notice/warning.
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata, makna kata/frasa dalam teks berbentuk kartu ucapan (greeting card).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk (recount).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/tujuan komunikatif/makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk surat (letter).
Menentukan gambaran umum/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/makna kata/frasa dalam teks berbentuk (label).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/tujuan komunikatif/ makna kata/frasa/kalimat dari teks deskriptif (descriptive).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/makna kata/frasa/kalimat teks berbentuk pesan pendek (short message).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/makna kata/frasa/kalimat dalam teks iklan (advertisement).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/pesan moral/makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk naratif (narrative).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/ makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk pengumuman (announcement).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/tujuan komunikatif/makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk laporan (report).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/makna kata/frasa/kalimat dalam teks berbentuk prosedur (procedure).
Menentukan gambaran umum/pikiran utama/informasi rinci tersurat/informasi tersirat/informasi tertentu/rujukan kata/makna kata/frasa/kalimat teks berbentuk undangan (invitation).
2.
Menulis
Mengungkapkan makna secara tertulis teks fungsional pendek dan esai sederhana berbentuk deskriptif (descriptive, procedure, maupun report) dan naratif (narrative dan recount) dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Menentukan kata yang tepat untuk melengkapi teks bentuk deskriptif /recount/procedure sederhana.
Menentukan susunan kata yang tepat untuk membuat kalimat yang bermakna.
Menentukan susunan kalimat yang tepat untuk membuat paragraf  yang padu dan bermakna.

3. MATEMATIKA SMP/MTs

NO.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
INDIKATOR
1.
Menggunakan konsep operasi hitung dan sifat-sifat bilangan, perbandingan, aritmetika sosial, barisan bilangan, serta menggunakannya  dalam pemecahan masalah.
Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan pecahan.
Mengurutkan pecahan, jika diberikan beberapa jenis pecahan.
Menyelesaikan masalah berkaitan dengan skala dan perbandingan.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan jual-beli.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbankan atau koperasi.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menentukan suku ke-n suatu barisan.
2.
Memahami operasi bentuk aljabar, konsep persamaan dan pertidaksamaan linear, persamaan garis, himpunan, relasi, fungsi, sistem persamaan linear, serta menggunakannya dalam pemecahaan masalah.
Mengalikan bentuk aljabar.
Menghitung operasi tambah, kurang, kali, bagi atau kuadrat bentuk aljabar.
Menyederhanakan bentuk aljabar dengan memfaktorkan.
Menentukan penyelesaian persamaan linear satu variabel dalam bentuk pecahan.
Menentukan irisan atau gabungan dua himpunan .
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan irisan atau gabungan dua himpunan.
Menyelesaikan soal yang berkaitan dengan relasi atau fungsi.
Menentukan gradien, persamaan garis dan grafiknya.
Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel.
3.
Memahami bangun datar, bangun ruang, garis sejajar, dan sudut serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
Menyelesaikan soal dengan menggunakan teorema Pythagoras.
Menghitung luas gabungan dua bangun datar
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas gabungan dua bangun datar.
Menyelesaikan soal keliling gabungan dua bangun datar dan penggunaan konsep keliling dalam kehidupan sehari-hari.
Menghitung besar sudut yang melibatkan sudut dalam dan sudut luar segitiga.
Menghitung besar sudut yang terbentuk jika dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain.
Menghitung besar sudut pusat atau sudut keliling pada lingkaran.
Menghitung luas juring lingkaran dari unsur yang diketahui.
Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep kesebangunan.
Menyelesaikan soal dengan menggunakan konsep kesebangunan dari dua trapesium sebangun.
Menyelesaikan soal dengan menggunakan konsep kongruensi.
Menentukan unsur-unsur pada kubus atau balok.
Menyelesaikan soal jaring-jaring bangun ruang sisi datar.
Menentukan volume bangun ruang sisi datar dan sisi lengkung.
Menghitung luas permukaan bangun ruang sisi datar dan sisi lengkung.
4.
Memahami konsep dalam statiska, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.
Menentukan ukuran pemusatan dan menggunakannya dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Menyajikan dan menafsirkan data.



4. ILMU PENGETAHUAN ALAM SMP/MTs

NO.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
INDIKATOR
1.
Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Membaca alat ukur yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Menerapkan konsep zat dan kalor serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menentukan besaran yang terkait dengan massa jenis.
Menjelaskan pengaruh suhu pada pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.
Menentukan salah satu besaran yang terkait dengan kalor dan pengaruhnya pada zat.
3.
Menerapkan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengidentifikasi jenis gerak lurus dalam peristiwa kehidupan sehari-hari.
Menentukan besaran yang terkait dengan tekanan pada suatu zat.
Menyebutkan perubahan energi pada suatu alat dalam kehidupan sehari-hari.
Menentukan besaran fisika pada usaha atau  energi.
Mengidentifikasi jenis-jenis pesawat sederhana serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
4.
Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari.
Menentukan salah satu besaran fisika pada getaran atau gelombang.
Menjelaskan ciri atau sifat-sifat bunyi serta pemanfaatannya.
Menentukan berbagai besaran fisika jika benda diletakkan di depan lensa atau cermin.
Menentukan besaran-besaran pada alat optik dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
5.
Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelaskan fenomena listrik statis.
Menentukan besaran fisika pada berbagai bentuk rangkaian listrik.
Menentukan besarnya energi dan daya listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelaskan cara pembuatan magnet dan atau menentukan kutub-kutub yang dihasilkan.
Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi GGL induksi.
6.
Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.
Menjelaskan karakteristik benda-benda langit dalam tata surya.
Menjelaskan fenomena yang terjadi akibat perubahan suhu di permukaan bumi, peredaran bumi, atau peredaran bulan.
7.
Menjelaskan ciri-ciri dan keanekaragaman makhluk hidup.
Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup.
Menentukan dasar pengelompokan makhluk hidup.
8.
Menjelaskan komponen ekosistem, interaksi antara makhluk hidup dalam lingkungan serta pentingnya menjaga kualitas dan pelestarian makhluk hidup dalam kehidupan.
Menjelaskan interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem.
Menjelaskan cara atau tindakan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Mengidentifikasi usaha manusia dalam melestarikan makhluk hidup.
Menjelaskan hubungan antara kepadatan populasi manusia dengan lingkungan.
9.
Menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi jaringan/organ-organ pada manusia dan tumbuhan.
Menjelaskan bagian dan fungsi alat gerak pada sistem gerak manusia.
Menjelaskan proses pencernaan makanan dan enzim-enzim yang berperan pada proses tersebut.
Menjelaskan sistem peredaran darah pada manusia.
Menjelaskan proses pada sistem ekskresi (ginjal).
Menjelaskan sistem saraf pada manusia.
Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan/organ pada tumbuhan.
Menjelaskan respon tumbuhan terhadap pengaruh lingkungan luar.
Menjelaskan proses fotosintesis berdasarkan percobaan tentang proses tersebut.
10.
Mengaplikasikan konsep pertumbuhan dan perkembangan, kelangsungan hidup dan pewarisan sifat pada organisme serta kaitannya dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat.
Menjelaskan konsep perilaku makhluk hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Menginterpretasikan hasil persilangan berdasarkan hukum Mendel.
Menjelaskan teknologi reproduksi yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas organisme disertai dengan contohnya.
Menjelaskan pemanfaatan bioteknologi untuk kehidupan.
11.
Menjelaskan bahan kimia (alami dan buatan) yang terdapat dalam bahan makanan, zat aditif, dan psikotropika, serta pengaruhnya terhadap kesehatan.
Mendeskripsikan bahan kimia (alami dan buatan) pada makanan serta pengaruhnya terhadap kesehatan.
Mendeskripsikan pengaruh zat adiktif/psikotropika pada tubuh kita.